Wednesday, November 4, 2020
Home Review Pachinko - Kisah Komunitas Imigran Korea di Negeri Sakura Awal Abad 20

Pachinko – Kisah Komunitas Imigran Korea di Negeri Sakura Awal Abad 20

Oleh: Irina Dewi

-

Jakarta, OOTB – Demam Korea memang sedang menjamur ke seluruh dunia ya. Baik Kpop maupun Kdramanya. Tenang, buku ini bukan tentang itu. Sebagai penggemar fiksi sejarah, saya selalu menganggap bahwa satu-satunya cara supaya saya tidak mengantuk membaca cerita sejarah adalah dengan membacanya dalam bentuk fiksi. Memang, resikonya adalah menelan tidak akuratan fakta (namanya juga fiksi) tapi saya rasa untuk saya pribadi, pengetahuan sejarah justru lebih mudah menempel bila disajikan dalam bentuk fiksi.

Untuk anda yang seperti saya dan penasaran soal latar belakang sentimen masyarakat Korea pada Jepang, rasanya wajib baca buku ini. Dua negara Asia Timur ini memang selalu menarik perhatian saya. Berawal dari obsesi saya pada budaya Jepang 20 tahun yang lalu, dan sekarang pada apapun yang berbau Korea Selatan, buku ini seperti menjawab banyak pertanyaan di kepala saya.

Pachinko adalah sebuah cerita komunitas imigran multi generasi Korea atau dikenal dengan sebutan Zainichi, yang telah hidup di Jepang sejak awal abad 20. Min Jin Lee menggambarkan komunitas ini sebagai kaum marjinal yang selalu diperlakukan sebagai pendatang, menjadikan Pachinko seperti himne yang menyuarakan perjuangan berat para imigran yang kerap dianak tirikan dan diperlakukan secara tidak adil secara terus menerus. Kalau di Indonesia masyarakat minoritas seperti masyarakat Tionghoa relatif kuat secara ekonomi, Zainichi merasakan opresi di semua sektor.

Min Jin Lee memang banyak menitikkan fokus pada perjuangan wanita Korea di jaman itu, yang bukan hanya merasakan opresi dari masyarakat Jepang, tetapi dari kaum lelaki di komunitasnya sendiri. Cerita dimulai dari kisah karakter Sunja, seorang anak perempuan pemilik losmen di desa nelayan di Korea, yang dihamili oleh Koh Hansu, seorang warga Jepang.

Koh Hansu ternyata telah memiliki anak istri di Osaka dan pada masa itu, hamil di luar pernikahan sama saja bunuh diri. Tapi hidup Sunja berubah dengan kedatangan Baek Isak yang menikahi Sunja dan membawanya ke Osaka untuk memulai hidup baru. Berawal dari cerita Sunja, secara detil dan menghanyutkan, Min Jin Lee seakan merekonstruksi sejarah Zainichi yang terlewatkan, melalui karakter-karakter lain dari keluarga Sunja yang membuat kita sebagai pembaca seakan hidup di jaman itu.

Untuk Anda yang khawatir akan tidak akuratan sejarah saya rasa tidak usah khawatir, karena terlihat sekali bahwa Min Jin Lee melakukan riset mendalam dan mendetil tentang sejarah Zainichi. Seperti digambarkan oleh kalimat pembuka Min Jin Lee dalam novel ini: “History has failed us, but no matter.”

Irina Dewi
Irina Dewihttps://ootb.id
Virgo, Pecinta buku, Film dan Serial TV, itulah Irina Dewi. Ibu dari dua orang anak ini sebenernya lebih suka dipanggil Irina - tanpa Dewi. Mulai siaran dari tahun 1994 dan pernah menjajal sebagai Radio Program Director menjadikannya teman terbaik Anda di siang hari dalam #FeMaleHighNoon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Hey ARMY, Nikmati Keindahan Natal dan Tahun Baru bersama BT21

0
Jakarta, OOTB – Saat penghujung tahun, biasanya dihabiskan dengan menikmati kebersamaan dengan keluarga dan orang terdekat. Kali ini, buat fans BTS...

Kamis Quotes