Monday, November 29, 2021
HomeLifestyleSiapa Yang Berhak Bahagia?

Siapa Yang Berhak Bahagia?

-

Jakarta, OOTB – Kata-kata berhak bahagia menjadi kata yang banyak dicuitkan di media sosial saat ini. Tapi, kamu pernah kepikiran gak sekiranya siapa sih yang berhak bahagia di dunia ini?

Kebahagiaan memang tidak memiliki tolak ukur dan bisa dibilang bersifat abstrak. Dari semua ragam emosi yang ada dalam diri seseorang, kebahagiaan adalah sebuah keadaan dimana pikiran dan perasaan dalam keadaan senang, dan merasakan ketentraman hidup secara lahir dan batin. Namun, tentunya tidak ada definisi yang pasti mengenai kebahagiaan yang dirasakan oleh seseorang. 

Tapi, pernahkah kamu berada di dalam suatu kondisi dimana kamu mempertanyakan apakah dirimu berhak untuk merasakan kesenangan? Berhak untuk merasakan kebahagiaan?

Jika kamu pernah berada dalam kondisi tersebut, tanamkan pada hati dan pikiranmu bahwa kamu berhak untuk bahagia. Setiap orang berhak untuk merasakan kebahagiaan dengan caranya masing-masing.

Baca juga: Kamu Takut Dengar Notifikasi? Yuk Mengenal Notification Anxiety

Terdapat suatu fenomena psikologis yang biasa disebut dengan Cherophobia. Cherophobia merupakan ketakutan atau merasa enggan untuk merasakan kebahagiaan ataupun hal-hal yang dapat memantik kebahagiaan. 

Secara medis, cherophobia tidak termasuk gangguan jiwa dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) melainkan sebuah kecemasan atau ketakutan. Kok bisa orang menolak untuk merasakan kebahagiaan?

Pernahkah kamu merasa cemas saat merasa bahagia? Terlintas dalam pikiran hal-hal seperti sehabis bahagia pasti akan ada hal  buruk yang terjadi? Atau setelah pulang sehabis bermain bersama teman-teman, kamu malah merasa kosong dan kesepian?

Orang-orang yang mengidap cherophobia enggan dan menolak merasakan hal tersebut. Bila disederhanakan, lebih baik tidak merasakan bahagia dibanding harus merasa cemas apa yang akan terjadi nantinya dan merasa kesepian setelah merasakan kebahagiaan.

Baca juga: Stop Jadi People Pleaser!

Hal  terpenting yang harus kamu ingat adalah bahagialah untuk diri kamu sendiri, bukan untuk orang lain.

Tapi, kalo kamu tidak bisa menemukan alasan untuk bahagia atas diri kamu sendiri, bahagialah untuk hal-hal yang ada di sekitar kamu. Untuk seluruh organ dalam tubuhmu yang sudah bekerja untukmu tanpa henti, untuk hewan peliharaanmu yang selalu kamu rawat, untuk tanaman yang selalu kamu siram setiap pagi, untuk penjual nasi uduk yang selalu kamu beli tiap sarapan, untuk group idola kamu, untuk makanan kesukaan kamu, dan masih banyak hal lainnya yang bisa kamu jadikan alasan untuk selalu merasa bahagia.

Percayalah, dunia membutuhkan sosok yang bahagia seperti kamu. Jadi, siapa yang berhak untuk bahagia?

Tasya
Tasya
Part time college student and full time fangirl who loves to write

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Sunmori dan Bisnis Dibaliknya

1
Jakarta, OOTB – Sunday Morning Ride atau biasa disebut Sunmori adalah hal yang sangat digandrungi banyak milenial, siapa yang tidak kenal dengan istilah ini?...