Saturday, May 30, 2020
Home Lifestyle Rekomendasi Show Netflix Specials Part 2

Rekomendasi Show Netflix Specials Part 2

Oleh: Cisca Becker

-

Jakarta, OOTB – Melanjutkan misi dari artikel saya sebelumnya, untuk membagi rekomendasi tontonan di masa lockdown ini, sebagai distraction dari berita yang bikin cemas dan rutinitas yang bikin jemu, kembali saya sambung referensi Netflix Specials, pilihan stand-up shows produksi Netflix favorit saya. Peringatan yang sama seperti sebelumnya, semua show dibawah ini tidak bisa ditonton bersama anak-anak. Kecuali anda ingin anak anda shock dan membutuhkan terapi psikolog.

Semoga list ini bisa membantu anda untuk menurunkan anxiety level dan menaikkan produksi hormon endorfin. Stay happy stay healthy!

Dave Chappelle, The Age of Spin

Konon pernah di suatu waktu Chris Rock dan Kevin Hart datang ke sebuah comedy club di New York untuk menonton aksi stand up Dave Chapelle. Mereka berdua membawa catatan jokes masing-masing untuk membandingkan materi mereka dengan milik Dave. Seusai show, mereka membuang semua catatan mereka karena merasa materi mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan milik Dave.

Bisa dimengerti kenapa Dave Chapelle sering dikatakan sebagai stand-up comic terbaik di generasinya. Banyak dari opininya sebenarnya tidak sesuai dengan values dan pemikiran saya, tapi harus saya akui kemampuan observasinya, kritikan sosialnya, struktur dan delivery jokesnya memang level TOP. Kalau anda mengaku penggemar stand-up shows, Dave Chappelle is a must-see.

 

John Mulaney, Comeback Kid

Seorang comedian’s comedian, John Mulaney mengawali karirnya sebagai penulis di Saturday Night Live. Materi sketchnya  membuat banyak cast pelakunya menjadi bintang, dari Bill Hader hingga Seth Meyers hingga Andy Samberg. Gaya khasnya yang cenderung retro, dengan penampilan preppy dan necis, gaya berbicara seperti aktor dalam film Amerika di tahun 50-an, namun dengan materi yang sangat woke, sangat relevan, disampaikan dengan cerdas dan tajam, membuat John Mulaney menjadi salah satu comedian paling populer saat ini di Amerika. Dari beberapa show tunggalnya, yang ini adalah favorit saya.

 

Jim Jefferies, Bare

Sebagai comedian asal Australia yang berdomisili di Amerika, Jim Jeffries punya perpektif menarik mengenai culture Amerika dan hal tersebut dituangkan dalam bentuk rentetan kritikan yang terdengar seperti disampaikan seorang pemabuk intelek yang sedang menertawakan saudaranya yang bodoh. Mulai dari gun culture, issue drugs, feminism, bahkan religion, tidak ada issue sensitive yang tidak disentuh olehnya. Tidak heran kebanyakan review mencap show ini “kontroversial”. Ada beberapa opininya terutama mengenai hak wanita yang membuat saya meringis tak setuju, tapi tetap saja saya ngakak saat mendengar punchlinenya. Jim Jeffries adalah pengejawantahan ekspresi free speech dengan eksekusi yang cerdas.

 

Richard Pryor, Live in Concert

Dari semua stand up show di list ini, Live in Concert with Richard Pryor adalah yang usianya paling tua. Bintangnya pun sudah meninggal. Tapi ini adalah show yang dikatakan the mother of all stand up shows.

Banyak comedian ternama saat ini mengatakan bahwa Richard Pryor yang menginspirasi mereka dalam hal stage presence dan jokes-telling. Dan kemampuan Richard Pryor dalam hal story telling terpampang nyata di show Live in Concert. Selama kurang lebih 1,5 jam dia menceritakan kisah hidupnya yang sebenarnya sarat penderitaan : dibuang di masa kecil, korban pelecehan, pecandu alkohol dan drugs, diskriminasi ras hingga serangan jantung yang dialaminya. Untuk bisa membuat semua ini menjadi komedi adalah bukti kejeniusannya. Kalau anda menyaksikan show yang diproduksi di tahun 1979  ini anda akan melihat bahwa Live in Concert adalah pelajaran dasar Stand Up 101 : joke structure, timing, cara double punchline, act out, impressions, semua dibawakan Richard Pryor dengan bahasa tanpa filter, disertai energi yang berhasil menyalakan satu gedung pertunjukan dan karisma yang hanya bisa dimiliki seorang legenda.

 

Chelsea Peretti, One of the Greats

Saya adalah penggemar berat serial TV Brooklyn 99 dan Gina Linetti adalah salah satu karakter favorit saya. Pemerannya, stand up comic dan comedy writer Chelsea Peretti, juga memiliki program Netflix Specials dimana dia menampilkan pesona yang dia masukkan ke dalam karakter Gina Linetti: percaya diri setinggi langit dan kemampuan untuk mengomentari hal paling trivial dengan cara paling jenaka.

Walau diawali dengan opening yang lebay, kebanyakan materi di stand up show ini adalah observasi Chelsea akan kejadian sehari-hari, dari susahnya small talk, kesalnya berteman dengan perempuan cantik dan frustasinya berhadapan dengan pria  yang doyan mengumbar kemachoannya, sampai filter Instagram. Chelsea juga curcol  bercerita mengenai sulitnya menjadi comedian wanita untuk dianggap serius di masa ini. Kalau menurut saya pribadi sih, show ini adalah pengumuman bahwa Chelsea Peretti sudah saatnya dianggap serius. Walaupun dia jago bercanda.

Whitney Cummings, Can I Touch It?

Comic dan comedy writer berpengalaman Whitney Cummings akhirnya punya Netflix Specials, dan dia tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melampiaskan semua uneg-unegnya, mulai dari #MeToo movement, animal rights, dan ketakutan akan masa depan. Yang terakhir ini disampaikan dalam bentuk manggung bareng dengan robot yang  rupa dan busana nya persis sama dengan dirinya. Sebuah gimmick yang belum pernah saya lihat sebelumnya dan ternyata sukses menjadi social commentary mengenai ketakutan manusia akan otomation, mengenai modern relationship, dan kompleksnya hubungan pria-wanita . Dalam show ini Whitney juga banyak membagi cerita personalnya, mulai dari pengalaman mengalami pelecehan di tempat kerja, masalah eating disorder dan body image. Tenang, cowok-cowok juga bisa menikmati kok. Terutama bit soal sex robot 😉

Cisca Becker
Cisca Becker
Disibukkan sebagai broadcaster, presenter, dan penulis, Cisca justru, Cisca merasa dirinya harus benar-benar pintar mengatur waktu demi menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

My Best Bond Girls

0
Salah satu hal mengecewakan yang saya rasakan akibat pandemi Covid 19 adalah batal tayangnya film Bond terbaru, No Time To Die. Film Bond ke...