Friday, September 4, 2020
Home Lifestyle My favorite “High-School” Movies

My favorite “High-School” Movies

Oleh: Cisca Becker

-

Jakarta, OOTB – Untuk menyambut datangnya tahun ajaran baru di tengah masa pandemi (welkam bek online school!), disini saya persembahkan sebuah list berisi film-film dengan setting suasana sekolah. Memang banyak sekali sebenarnya pilihan “teen movies” yang bisa dicantumkan, maka khusus untuk artikel ini saya berusaha untuk mengutamakan keterwakilan , dalam hal genre dan juga tahun rilisan. Representation and inclusivity, FTW.

Semoga ini bisa menjadi penghibur dan pelipur lara untuk semua orangtua dan guru yang kembali mesti berjibaku dengan berbagai drama sekolah daring. Mari kita bernostalgia mengingat masa sekolah dimana untuk madol kita harus melompati pagar sekolah dan bukan mencopot kabel laptop.

Attention please, class is in session!

Ferris Bueller’s Day Off

Buat saya, film yang dirilis tahun 1986 ini masuk dalam kategori “wajib ditonton setidaknya sekali dalam hidup” dan berstatus klasik. Sewaktu kecil dulu rasanya puas sekali melihat aksi Ferris Bueller dkk mengelabui orangtua dan guru mereka, dan saat ditonton sekarang juga tetap senang melihat Matthew Broderick muda melakukan tradisi bolos sekolah dengan penuh gaya, sambil menikmati berbagai life reminder yang hadir dalam bentuk movie quote “Life moves pretty fast, if you don’t stop and look around once in awhile, you could miss it”

Dead Poets Society

Semua list “highschool movie” tidak akan lengkap tanpa menyertakan film satu ini. Menampilkan performa premium dari mendiang Robin Williams sebagai guru Bahasa Inggris dari sebuah sekolah asrama khusus laki-laki, film ini berkisah tentang persahabatan, cita-cita tak kesampaian, hubuingan toksik orangtua-anak, dan beratnya hidup masa remaja yang didasari terlalu banyak ekspektasi.

Election

Matthew Broderick kembali muncul di list ini, tapi kali ini dengan karakter yang sangat bertolak belakang dengan Ferris Bueller. Dia berperan sebagai seorang guru di sebuah SMA  yang sedang memilih ketua OSISnya, dimana salah satu kandidatnya adalah si siswi ambisius Tracy Flick, yang diperankan Reese Witherspoon dengan salah satu penampilan akting terbaiknya.  Naskah film yang smart menghadirkan satir politik dan issue sosial yang relevan hingga 2020, menjadikan dark comedy yang satu ini selalu seru ditonton berapa kalipun.

Clueless

Film yang mentahbiskan Alicia Silverstone sebagai mega star 90s ini menampilkan gaya hidup anak-anak tajir di Beverly Hills, dengan plot cerita yang diadaptasi dari novel karya Jane Austen. Intrik anak-anak sekolah dalam usaha menjadi populer, fashion yang seru, dan soundtrack 90an membuat teen flick ini menjadi salah satu feel good movie terbaik buat saya. Gak mungkin bosen deh, as if! Oya, watch out for Paul Rudd, tidak mungkin terlewat kok, karena dia terlihat sama seperti sekarang.

Mean Girls

Kombinasi Lindsay Lohan (sebelum berubah jadi selebriti aneh yang isi karirnya hanya berusaha untuk viral), Tina Fey dan Rachel McAdams yang brilian , menciptakan sebuah karya komedi yang tak lekang oleh jaman. Tak heran semenjak rilisnya di 2004 film ini langsung menjadi cult favorite dan sampai saat ini tetap menjadi sumber daya meme yang tak habis-habis, dengan berbagai quote dan jargonnya. Rencananya film ini akan menjadi tontonan wajib untuk anak-anak perempuan saya kelak (saat mereka sudah cukup umur tentunya, lots of crude language and adult topics) sebagai illustrasi berbagai pelajaran hidup yang penting : berhati-hatilah dalam memilih teman, jangan menjatuhkan orang lain untuk merasa lebih baik, dan jangan buat pesta di rumah saat orangtuamu pergi!

10 Things I Hate About You

Cerita film ini merupakan adaptasi karya Shakespeare “The Taming of The Shrew” yang diberikan setting kontemporer, membuktikan intrik remaja sudah ada dari abad ke 16 dan dramanya tetap relatable hingga abad 21.

Akting dari Heath Ledger ( RIP) dan Julia Styles, supporting cast yang semuanya memorable serta dialog yang segar dan witty menjadikan teen flick yang satu ini luar biasa gregetnya. Best part tentu saja adalah saat Kat membacakan puisinya pada Patrick, yang kemudian dibalas oleh Patrick  dengan menyanyikan lagu cinta untuk Kat di hadapan seluruh sekolah! Konon di adegan ini sang sutradara harus menyuruh Heath untuk menurunkan kualitas suaranya, karena sebenarnya suara nyanyinya bagus banget!

Dangerous Minds

Bertolak belakang dengan kebanyakan film remaja lain yang masalah utama para karakternya adalah bagaimana cara merebut perhatian cewek/cowok yang ditaksir, atau bagaimana cara masuk ke geng populer, anak-anak sekolah di film ini harus bertahan hidup secara harafiah, karena lingkungan hidup mereka keras bung! Masuklah guru baru yang diperankan Michelle Pfeiffer (kece parah disini), eks Marinir dan pantang menyerah untuk membuat anak-anak muridnya agar fokus berusaha lulus SMA supaya mereka bisa keluar dari lingkaran setan hidup penuh kekerasan yang mereka jalani. Berdasarkan true story, film ini membuat banyak anak 90an dulu berasa gangsta banget karena bisa menyanyikan lagu soundtrack nya yang gloomy dan legendaris, Gangsta Paradise by Coolio. You wanna sing it now, I know you do. I am.

Sister Act 2 : Back In The Habit

Juga berkisah mengenai anak-anak urban kurang mampu dan bermasalah, tapi kali ini penyelamat mereka bukan eks marinir yang jago baca puisi, melainkan sekumpulan biarawati yang jago nyanyi. Film ini adalah yang paling family-friendly di list ini, cocok buat anak-anak kecil sekalipun. Whoopi Goldberg benar-benar mencuri perhatian di Sister Act yang pertama, namun di sekuel ini bintangnya adalah Lauryn Hill muda, memperdengarkan suara indahnya dengan akting remaja galau yang mendapatkan harapan baru dalam hidupnya lewat bernyanyi. Gabungan Beethoven dan gospel dan music R&B 90an di film ini pasti bikin nyanyi dan joged bareng!

21 Jump Street

Dengan me-remake sebuah franchise TV show yang dulu mempopulerkan Johnny Depp, film 21 Jump Street yang dirilis tahun 2012 ini sukses banget memperlihatkan betapa berbedanya dinamika dunia anak SMA generasi Milenial dibandingkan di era 80an dan 90an dulu. Namun satu hal yang tidak berubah, pengaruh buruk dan bahaya narkoba tetap mengintai. Muncullah duo Chaning Tatum dan Jonah Hill sebagai pasangan polisi undercover yang memberikan nyawa segar pada remake ini dengan chemistry mereka, ditambah penampilan Ice Cube sebagai Kapten mereka yang galak, menjadikan film ini sarat dialog dan adegan kocak. Saya sih tidak berhenti tertawa dari awal sampai akhir. Yang juga tak boleh dilewatkan, penampilan Brie Larson pre-Oscar dan pre-Avengers, juga cameo dari Johnny Depp!

Carrie

Karena sesungguhnya masa-masa SMA bisa terasa sangat menyeramkan, maka dari itu sudah sepantasnya di list film tema sekolah ini harus ada film bergenre horror. Namun, walaupun banyak disebut sebagai adaptasi terbaik dari karya Stephen King, sutradara  Brian De Palma (dan bahkan juga Stephen King) menyatakan bahwa film Carrie bukanlah film horror, melainkan film mengenai “bagaimana seorang wanita menemukan kekuatannya”. Well, karena cara Carrie menemukan kekuatannya adalah dengan cara membakar hidup-hidup semua teman sekolah yang tidak berhenti membully-nya di acara prom-night dengan kekuatan telekinesis sambil bersimbah darah, bisa dikatakan ini bukanlah film remaja biasa, dan salah satu film horror/slasher paling fun buat ditonton!

Cisca Becker
Cisca Becker
Disibukkan sebagai broadcaster, presenter, dan penulis, Cisca justru, Cisca merasa dirinya harus benar-benar pintar mengatur waktu demi menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Bingung Liburan Akhir Tahun Mau Kemana? Roadtrip aja yuk!

0
Jakarta, OOTB - Sudah dipenghujung tahun kan ya, udah terima bonusan juga. Kurang apalagi coba? Saatnya jalan-jalan bareng keluarga. Tapi bosen...