Friday, November 6, 2020
Home Lifestyle Karaoke Massal, Tren Baru Anak Muda Jakarta?

Karaoke Massal, Tren Baru Anak Muda Jakarta?

Oleh: Bayu Oktara

-

Jakarta, OOTB – Sudah lama karaoke menjadi salah satu pilihan untuk hiburan. Menurut sejarahnya, pertama kali diperkenalkan ke dunia tahun 1971, saat Daisuke Inoue, seorang drummer professional di Kobe, Kansai menemukan cara untuk memainkan musik instrumental karena permintaan orang lain yang ingin menyanyikan lagunya meski sang musisi tidak ada.

Jaman itu biasanya orang masih menggunakan kaset untuk berkaraoke. Sejak saat itu, trennya berkembang dan karaoke bisa dilakukan di dalam rumah, ruangan, box, bahkan sekarang tren anak muda yang berkembang adalah nyanyi bersama dalam sebuah bar atau hall, yang biasa disebut dengan karaoke massal.

Dalam Bahasa Jepang, Karaoke dalam Bahasa Jepang artinya “orchestra kosong”. Seorang penyanyi amatir bisa menyanyikan lagu favorit nya dengan teks yang tertera di layar. Banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat bernyanyi bagi seseorang.

Salah satunya yang dilakukan oleh Profesor Graham Welch dari University of London yagn mengatakan aktivitas bernyanyi bisa menyehatkan jantung dan paru-paru dimana menyanyi sama halnya dengan melakukan aktivitas aerobik yang bisa menyehatkan. Waktu kita bernyanyi, otot diafragma akan melengkung ke bawah, paru-paru mengembang lengkap, otot perut yang lebih santai membuat tubuh bernafas lebih aktif dan sehat.

Saat ini tengah berkembang tren karaoke massal di bar dan hall. Lagu yang dibawakan biasanya lagu tahun 80, 90 bahkan awal 2000, atau lagu ‘guilty pleasure’ yang mungkin akrab untuk dinyanyikan tapi sebenarnya ada perasaan bersalah karena satu dan lain hal.

Konsep ini terdengar menarik bahkan kadang jadi konten sebuah acara. Siapapun yang ingin menyalurkan bakat atau sekedar melepas penat, bisa datang bertemu dengan teman baru untuk nyanyi lagu yang sama ramai-ramai. Hanya saja mungkin yang harus diperhatikan adalah soal hak royalti.

Sama seperti bisnis konvensional, pajak karaoke massal sebenarnya menjadi tanggung jawab penyelenggara atau tempat satu acara sebagai penerima keuntungan. Menurut Chico Hindarto selaku ketua pengurus lembaga manajemen kolektif (LMK) pengelola eksploitasi karya, Wahana Musik Indonesia (WAMI) untuk karaoke hall, biaya yang dikenakan pertahun Rp20 ribu x 300 hari.

Kewajiban in harus dipenuhi oleh penyelenggara dan disetor kepada pihak LMK. Semoga dengan aturan yang jelas, kedepannya tren ini bisa terus berkembang untuk jadi alternatif sarana hiburan melepas lelah dan penat kehidupan.

Bayu Oktara
Bayu Oktara
Bayu Oktara adalah penyiar radio & podcast, MC, aktor, pengisi suara, presenter TV & Pelatih Komunikasi dengan Three Speaker & KOMUNOLOG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

20 Playlist 90an Buat Mood Booster Hari Senin

0
Jakarta, OOTB – Memulai dan mengakhiri aktivitas dengan mendengarkan lagu favorit bisa menjadi hal yang paling menyenangkan hati. Manfaat mendengarkan musik...

Kamis Quotes