Tuesday, October 26, 2021
HomeLifestyleGaya Hidup Minimalis, Less Stuff More Happiness

Gaya Hidup Minimalis, Less Stuff More Happiness

-

Jakarta, OOTB – Bagi sebagian orang, membeli barang-barang baru merupakan sesuatu hal yang sering dilakukan tanpa mempertimbangkan apakah barang tersebut masuk ke dalam barang-barang yang menjadi prioritas. Bahkan, banyak yang membeli barang baru hanya karena ketakutan ketinggalan zaman ataupun tren yang ada padahal barang tersebut tidak terlalu berguna untuk hidup mereka. Perilaku konsumtif seperti ini adalah sesuatu yang dihindari bagi orang yang menerapkan gaya hidup minimalis.

Menerapkan hidup minimalis berarti kamu harus mulai meninggalkan perilaku konsumtif dan berfokus membeli barang-barang yang dibutuhkan. Gaya hidup ini bukan berarti “pelit” tetapi memiliki pemahaman bahwa lebih baik membeli satu barang yang berkualitas daripada membeli banyak barang tetapi tidak memiliki kualitas yang baik. Minimalis berusaha menghindari barang-barang yang tidak perlu dan tidak memiliki nilai guna dengan belajar menjadi conscious consumer, yaitu sikap konsumsi dengan penuh kesadaran. 

Baca juga: Rekomendasi Bakmie di Jakarta Barat, Wajib Kamu Coba! (Part 2)

Banyak sosok-sosok terkenal yang menerapkan minimalis lifestyle seperti Raditya Dika, Cinta Laura, hingga Mark Zuckerberg. Alih-alih membeli barang baru, orang yang memiliki gaya hidup minimalis banyak yang melakukan teknik decluttering. Teknik ini dilakukan dengan cara memilah-milah dan  menyingkirkan barang yang tidak dibutuhkan sehingga hanya memiliki barang yang benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nyatanya, menerapkan hidup minimalis dapat mempengaruhi keadaan suasana hati. Barang-barang yang menumpuk di suatu ruangan dapat membuat ruangan menjadi terlihat sempit dan ruang gerak menjadi terbatas. Hal ini cenderung dapat mempengaruhi hati dan pikiran menjadi stress. 

Baca juga: Bulk Store, Toko Kelontong Yang Terapkan Zero waste

Dengan menerapkan gaya hidup minimalis, kita hanya akan memiliki barang yang sangat dibutuhkan, less is more. Sedikit barang dapat membuat ruang gerak kita menjadi jauh lebih bebas dan lebih produktif.

Tak hanya itu, orang-orang yang menerapkan hidup minimalis juga percaya bahwa ketika dikelilingi oleh barang-barang yang sedikit namun memiliki value yang tinggi bagi pemiliknya akan tercipta rasa terpenuhi atau fulfillment. Perasaan ini lah yang akan membawa orang-orang dengan gaya hidup minimalis merasa cukup dan nyaman dengan apa yang dia miliki sehingga dapat menciptakan sebuah kebahagiaan.

Nah, ultimate people tertarik untuk mulai mencoba gaya hidup minimalis?

Tasya
Tasya
Part time college student and full time fangirl who loves to write

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read