Monday, August 8, 2022
HomeLifestyleAnak MobilJenis Sistem Pengapian Konvensional dan Fungsinya

Jenis Sistem Pengapian Konvensional dan Fungsinya

-

Jakarta, OOTB – Sistem pengapian pada kendaraan berfungsi untuk memproduksi percikan api pada busi untuk melakukan pembakaran mesin. Proses yang terjadi pada sistem pengapian ini merupakan proses induksi elektromagnetik pada ignition coil yang mampu menghasilkan tegangan listrik hingga 20 KV.

Sistem pengapian ini memiliki beberapa jenis diantaranya:

  1. Sistem pengapian konvensional
  2. Sistem pengapian elektronik
  3. Sistem pengapian DLI
  4. Sistem pengapian CDI

Salah satu komponen pada sistem pengapian konvensional dan semi transistor adalah distributor. Meskipun saat ini sistem pengapian yang menggunakan distributor sudah banyak ditinggalkan, distributor pengapian juga masih digunakan pada beberapa mobil yang memiliki sistem bahan bakar injeksi.  

Untuk cara kerja sistem pengapian konvensional masih menggunakan mekanikal pada platina. Sementara platina ada pada distributor. Sehingga unit distributor sangat diperlukan.

Simak beberapa komponen distributor beserta fungsinya dibawah ini!

Fungsi komponen distributor

Distributor cap

Distributor cap atau yang biasa dikenal dengan tutup distributor ini berfungsi untuk menutup bagian atas dari distributor dengan rapat agar tidak kemasukan air maupun benda-benda asing lainnya. Tak hanya itu saja, komponen ini juga berfungsi sebagai terminal yang terhubung dengan kabel busi dan kabel sekunder coil.

Tiap terminal pada distributor cap akan saling bergesekan yang kemudian akan dibagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing-masing silinder. 

Komponen satu ini sangatlah penting dan tidak bisa disepelekan. Hal ini karena ditemukan pada beberapa kendaraan terdapat kasus dimana distributor kemasukan air ataupun terdapat embun air akibat distributor tidak ditutup dengan distributor cap dengan rapat. Masuknya air dan benda asing lainnya tentunya dapat mempengaruhi sistem pengapian pada kendaraan.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Pahami Fungsi dari Tiap Jenis Grease

Rotor 

Distributor cap berfungsi untuk membahagiakan arus listrik tegangan tinggi dari rotor. Rotor ini sendiri bekerja untuk menerima tegangan tinggi dari koil dan mendistribusikannya ke masing-masing terminal yang terdapat pada tutup distributor atau distributor cap dan kabel tegangan tinggi.

Rotor bekerja dengan memanfaatkan putaran pada poros distributor. Ketika poros tersebut berputar, rotor juga akan ikut berputar. Nah, putaran inilah yang akan mendistribusikan listrik tegangan tinggi ke masing-masing busi.

Poros distributor

Poros distributor terletak di bagian tengah distributor. Putaran poros ini dipengaruhi oleh putaran mesin karena pada bagian bawah poros terhubung pompa oli yang terkoneksi dengan crankshaft mesin.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ini 5 Cara Memilih Asuransi Mobil Yang Benar

Cam

Cam merupakan bagian dari poros distributor. Fungsi dari cam atau nok ini untuk menekan kaki platina agar terjadi pemutusan arus. Selain itu, cam juga berfungsi untuk membuka breaker point pada sudut crankshaft dengan tepat untuk masing-masing silinder.

Cam terdiri dari beberapa jumlah yang disesuaikan dengan jumlah silinder yang ada. Apabila mesin tersebut merupakan mesin 4 silinder maka sudut cam akan memiliki 4 sisi begitu pula dengan mesin 6 silinder akan memiliki 6 sisi sudut cam.

Platina

Platina merupakan komponen yang berbahan logam platina dan berfungsi sebagai saklar pada sistem pengapian konvensional. Tak hanya itu, platina juga dapat digunakan untuk memutuskan arus primer koil guna menghasilkan tegangan sekunder tinggi dari proses induksi yang terjadi.

Platina juga biasa disebut dengan breaker point dimana saat mesin dalam keadaan hidup, komponen ini akan membuka serta menutup dalam ribuan kali pada satu menit.

Kondensor

Saat breaker point mulai membuka tentunya masih terdapat arus listrik yang menuju ke massa. Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya loncatan api yang mampu merusak permukaan dari kontak platina. Untuk mencegah kerusakan, terdapat kondensor yang berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api listrik tersebut.

Baca Juga: 5 Mobil Bekas Dengan Cicilan Dibawah 3 Juta, Dijamin Untung

Oleh karena itu, kondensor ini dipasangkan secara paralel dengan breaker point. Kondensor atau yang banyak disebut juga dengan kapasitor ini tersedia dalam beberapa ukuran, diantaranya:

  • 0,15 micro farad
  • 0,22 micro farad
  • 0,25 micro farad

Hal penting yang harus diingat adalah sering terjadinya kebakaran pada komponen breaker point diakibatkan oleh ukuran kondensor yang tidak pas atau tidak sesuai dengan kapasitasnya. 

Centrifugal governor advancer

Komponen distributor satu ini memiliki fungsi untuk memajukan saat pengapian terjadi sesuai dengan pertambahan putaran mesin. Centrifugal governor advancer terdiri dari dua komponen youtube governor weight yang bertugas sebagai pemberat dan komponen pegas.

governor weight akan terkena gaya sentrifugal ketika poros distributor sedang berputar. Hal ini akan mengakibatkan breaker point bergeser dan akan terjadi pengapian lebih awal.

Untuk melihat dan memeriksa terjadinya pergeseran ini, Bro-Sis cukup putar dengan arah terbalik putaran rotor dan kemudian lepaskan. Jika komponen tersebut langsung kembali seperti semula berarti pergeseran yang terjadi masih dalam batas normal.

Vacuum advancer

Komponen ini terdiri dari dua bagian yaitu breaker plate dan vakum advance. Vacuum advancer berfungsi untuk memaju mundurkan beban mesin untuk bertambah atau berkurang saat pengapian terjadi.

Administrator
Administratorhttps://ootb.id
We provide great content!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read