Monday, August 8, 2022
HomeLifestyleAnak MobilIntip Bagaimana Cara Kerja Sistem Pendingin Mobil

Intip Bagaimana Cara Kerja Sistem Pendingin Mobil

-

Jakarta, OOTB – Pernahkah kamu berpikir bagaimana cara sistem pendingin mesin dalam mobil bekerja? Sistem pendingin atau cooling system merupakan salah satu dalam mobil yang memiliki fungsi yang secara sederhananya “mendinginkan” mobil ketika sedang digunakan berkendara. Tentunya cooling system disini berbeda dengan pendingin AC yang digunakan didalam mobil ya kamu. 

Pendingin atau AC digunakan untuk menghasilkan / mengeluarkan udara dingin dan sejuk agar berkendara menjadi lebih nyaman sedangkan sistem pendingin mesin digunakan untuk mendinginkan mesin mobil.

Cooling system ini terintegrasi secara langsung ke bagian mesin atau engine mobil. Mobil atau kendaraan dapat bergerak karena tiap-tiap kendaraan memiliki mesin penggerak atau yang biasa disebut dengan engine. 

Mesin penggerak yang umumnya banyak digunakan oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4 biasa dikenal dengan “motor bakar”. Motor bakar menghasilkan tenaga yang diperoleh melalui  melalui proses pembakaran dari bahan bakar dengan berbagai varian maupun jenisnya. Bensin merupakan jenis dari motor bakar yang membuat kendaraan kamu dapat bergerak. 

Baca Juga: Jenis Sistem Pengapian Konvensional dan Fungsinya

Jenis motor bakar yang biasa digunakan sehari-hari termasuk ke dalam jenis internal combustion engine (motor pembakaran dalam). Untuk proses pembakarannya terjadi di dalam mesin atau engine. Kemudian hasil dari pembakaran tersebut langsung dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan tanpa perlu di mediasi oleh komponen kendaraan lainnya.

Dapat disimpulkan bahwa kendaraan kita dapat bergerak sehari-sehari karena adanya ledakan gas yang terkompresi dan terbakar. Proses tersebut menghasilkan dorongan yang sangat cepat dari piston menuju TMA ke TMB.

Gerak tersebut kemudian ditransformasi menjadi gerak putar pada poros engkol dan putaran ini selanjutnya akan dipindahkan ke flywheel, kopling, transmisi, propeller shaft, diferensial, axle shaft, hingga ke roda.

Terjadinya pembakaran pada mesin tentunya akan membuat suhu mesin tinggi saat digunakan berkendara. Suhu mesin yang semakin tinggi dapat menyebabkan mesin menjadi overheat dan tentu saja sesuatu yang berlebihan bukanlah hal yang baik. Oleh karena itu, disinilah cooling system atau sistem pendingin mobil bekerja.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Pahami Fungsi dari Tiap Jenis Grease

Sistem pendingin digunakan untuk menjaga suhu mesin mobil agar tidak semakin melambung tinggi akibat dari pembakaran yang dihasilkan oleh mesin. Cooling system menjadi mesin mobil agar tidak melewati batas panas critical atau overheat agar mesin mobil masih dapat berfungsi dengan baik dan optimal.

Sistem pendingin mampu menurunkan sekitar 30% energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran tersebut. 

Selain itu, sistem pendingin ini akan menjaga suhu mesin mobil tetap terjaga di sekitar suhu 80 hingga 90 derajat celcius.

Jenis Sistem Pendingin Mobil

Terdapat dua jenis sistem pendingin mobil yaitu sistem pendingin udara dan sistem pendingin air atau biasa juga disebut dengan sistem pendingin cairan. Sistem pendingin udara adalah sistem pendingin yang memanfaatkan udara untuk mendinginkan mesin. Sedangkan pada sistem pendingin air menggunakan air yang disirkulasikan ke engine dan membuat perpindahan panas antara air dan engine untuk kemudian panasnya diradiasikan ke udara.

Jenis sistem pendingin mobil air atau cairan merupakan sistem pendingin yang paling banyak digunakan pada kendaraan roda empat.

Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama, tentunya kedua jenis sistem pendingin mobil ini memiliki cara kerja yang berbeda. Simak cara kerja keduanya dibawah ini!

Cara Kerja Sistem Pendingin Mobil

Sesuai dengan namanya, kedua jenis sistem pendingin mobil ini hanya berbeda pada komponen penggunaannya saja. Sistem pendingin air atau cairan menggunakan air sebagai komponen yang disirkulasikan sedangkan sistem pendingin udara memanfaatkan udara untuk mendinginkan mesin.

Cara Kerja Sistem Pendingin Air

Cairan pendingin akan masuk lewat jalur khusus menuju ruang mesin dan menyerap panas di area tersebut. Setelah itu cairan akan kembali ke ruang radiator untuk diinginkan kembali, dan mengalir lagi ke ruang mesin untuk menyerap panas di ruang mesin.

Baca Juga: Wajib Tau! Cara Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Sistem pendingin air lebih banyak digunakan karena cocok pada kendaraan yang berada pada perkotaan padat, serta memiliki kontur jalan yang tidak menentu. 

Hal tersebutlah yang membuat sistem pendingin air dirasa lebih efektif untuk digunakan sehari-hari.

Cara Kerja Sistem Pendingin Udara

Apabila sistem pendingin air menggunakan cairan sebagai komponennya, sistem pendingin udara memanfaatkan udara yang kemudian diolah agar mampu mendinginkan mesin.

Udara akan masuk lewat celah fairing atau cover body depan yang umumnya memiliki bentuk seperti sirip, lalu udara tersebut akan masuk ke dalam celah mesin.

Meskipun penggunaannya tidak sebanyak sistem pendingin air, kendaraan dengan sistem pendingin udara ini cocok digunakan di berbagai musim mulai dari musim dingin hingga musim panas. 

Namun, kelemahan dari sistem pendingin udara ini yaitu karena mengandalkan udara atau angin sebagai komponennya tentu tidak sesuai apabila digunakan pada daerah yang padat maupun rawan macet.

Administrator
Administratorhttps://ootb.id
We provide great content!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read