Saturday, September 18, 2021
HomeLifestyleAnak MobilAwal Mula Sejarah Drift Terbentuk

Awal Mula Sejarah Drift Terbentuk

-

Jakarta, OOTB – Drifting adalah teknik mengemudi dimana pengemudi sengaja oversteer, dengan kehilangan traksi, sambil mempertahankan kontrol dan mengemudi mobil melalui keseluruhan tikungan. Teknik ini menyebabkan sudut slip belakang melebihi sudut slip depan sedemikian rupa sehingga sering kali roda depan mengarah ke arah yang berlawanan dengan belokan (misalnya mobil berbelok ke kiri, roda mengarah ke kanan atau sebaliknya).

Drifting secara tradisional dilakukan dengan menginjak kopling (di mana kopling dengan cepat dilepaskan dan dipasang kembali dengan maksud mengganggu cengkeraman roda belakang), kemudian dengan sengaja melakukan oversteering dan counter steering. Rasa melayang ini tidak sama dengan drift empat roda, teknik menikung klasik yang diterapkan di Grand Prix dan balap mobil sport.

Sebagai disiplin otomotif, kompetisi drifting pertama kali dipopulerkan di Jepang pada tahun 1970-an dan selanjutnya dipopulerkan oleh seri manga tahun 1995 Initial D. Hingga akhirnya kompetisi drifting diadakan diseluruh dunia dan yang menjadi penilaian dari drifting dilihat dari kecepatan dalam melewati sebuah tikungan, sudut slip mobil, serta garis yang diambil melalui tikungan atau set sudut.

Sang Bapak Drift

Kunimitsu Takahashi
Kunimitsu Takahashi. Image source: Drivetribe

Jejak kembali ke awal absolutnya Jepang dan nama Kunimitsu Takahashi muncul. Takahashi adalah mantan pembalap sepeda motor dan mobil profesional, dan sebenarnya adalah pembalap Jepang pertama yang memenangkan Grand prix sepeda motor, di Jerman pada tahun 1961. Setelah cedera parah yang diderita dalam kecelakaan selama 1962 Isle of Man TT, ia berubah disiplin dan mulai balap mobil pada tahun 1965.

Baca juga: Modifikasi Mobil Aliran Rice atau Sleeper?

Kunimitsu Takahashi
Hakosuka yang dikendarai oleh Kunimitsu Takahashi. Image source: Drivetribe

Takahashi membalap semuanya mulai dari Formula Satu hingga GT2 sepanjang karirnya, tetapi gaya mengemudinya di All Japan Touring Car Championship (yang kemudian menjadi JGTC dan kemudian Super GT) selama tahun 1970-an yang menarik perhatian pembalap jalanan Jepang, dan akhirnya menginspirasi olahraga melayang. Untuk mengatasi kekurangan daya cengkeram dari tapak ban pada saat itu, Takahasi mendekati tikungan dengan kecepatan tinggi dengan ‘Hakosuka’ (Nissan Skyline KPGC10)-nya membujuk mobil untuk meluncur sebelum puncak tikungan, sebelum melaju ke trek lurus, ia harus mempertahankan kecepatan tinggi selama tikungan. Penguasaan tekniknya dalam segala kondisi tersebut membuatnya berada di puncak podium dari waktu ke waktu, dengan pesaing tidak dapat menandingi kecepatannya melalui tikungan.

Dari lintasan balap hingga ke jalan raya

Drifting adalah hal yang illegal di Jepang, hingga akhirnya seorang Pembalap jalanan Jepang (dikenal sebagai Hashiriya) telah berlomba dari A-ke-B di jalan pegunungan, atau tōge (dibaca touge), dalam upaya untuk menetapkan waktu tercepat. Mencapai batas cengkeraman di jalan yang berkelok-kelok ini, dan terinspirasi oleh balap Takahashi pada saat itu, gaya drift mulai mendapat dukungan dalam mempertahankan kecepatan di tikungan. Salah satu pembalap tersebut adalah Keiichi” Tsuchiya, yang kemampuan alaminya untuk mempertahankan drift dari sudut ke sudut dengan kecepatan tinggi dengan mobilnya Toyota Sprinter Trueno tahun 1986, membuatnya membangun reputasi tinggi sebagai ‘Dorikin’, atau ‘Drift King’, di jalan pegunungan.

Baca juga: Cara Perpanjang SIM Online

Takumi Fujiwara

Siang dan malam berlatih di Touge, Tsuchiya dengan cepat meningkatkan kemampuan mengemudinya dan akhirnya memasuki seri balapan Fuji Freshman pada tahun 1977 sebelum maju ke All Japan Touring Car Championship, sepert pahlawannya Takahashi. Bakatnya dalam drifting sangat luar biasa tapi dia masih tidak bisa keluar dari bayang-bayang Hashiriya. Fun fact – Tsuchiya disebut-sebut sebagai inspirasi dibalik karakter animasi Initial D, Takumi Fujiwara. Dan dari seorang yang sangat mencintai dunianya itulah drifting berevolusi dari aktifitas illegal menjadi kompetisi resmi yang diakui dunia.

Di Indonesia sendiri event drifting pertama kali diadakan pada tahun 2011 yang bertempat di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta. Pada waktu itu event tersebut diikuti oleh para drifter dari Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Sedangkan dari Indonesia sendiri ada Rhenadi Arinton, Amandio dan Dean Muhammad Bachtiar Akbar yang turut ikut serta dalam event tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Trend Rice Box Diprediksi Akan Semakin Marak di 2020 Sudah Pernah...

0
Jakarta, OOTB - Buat pengusaha kuliner, hadirnya sistem antar dengan pemesanan online memberikan peluang besar untuk menjangkau pelanggan. Banyak orang yang rela meninggalkan pekerjaan...