Monday, November 29, 2021
HomeReviewThe Medium, Tawarkan Ketakutan Yang Membekas

The Medium, Tawarkan Ketakutan Yang Membekas

-

Jakarta, OOTB – Saat ini, di media sosial sedang ramai membahas salah satu film horor terbaru yang merupakan hasil kolaborasi istimewa dunia perfilman horor Asia yaitu Banjong Pisanthanakun dan Na Hong-jin yaitu The Medium.

Pecinta film horor Thailand pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama satu ini. The Medium disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun yang merupakan sosok yang membesarkan film horor Thailand lewat film-film unggulannya yaitu Shutter, Alone, Pee Mak, dan deretan film lainnya. 

Na Hong Jin mengambil posisi sebagai penulis naskah sekaligus produser pada film The Medium ini. Tak Hanya Banjong Pisanthanakun, Na Hong Jin juga merupakan sosok yang bukan lagi “pemain baru” dalam film bergenre horor. Sebut saja film horor karyanya The Wailing yang menjadi salah satu film horor asal Korea Selatan yang berhasil booming di tahun 2016.

Baca juga: Siapa Yang Berhak Bahagia?

The Medium mengambil konsep film mockumentary yang merupakan jenis film fiksi yang disuguhkan dalam bentuk dokumenter. Untuk kamu pecinta film Keramat, dan Paranormal activity pastinya sudah tidak asing lagi dengan film jenis ini. 

The Medium tidak seperti film horor yang banyak dibuat saat ini, ia menawarkan ketakutan setara bertahap. Pelan-pelan tapi membekas. The Medium menceritakan tentang perjalanan tim dokumenter ke sebuah desa di Kota Isan, Thailand. Disana mereka membuat dokumentasi tentang sosok dukun bernama Nim (Sawanee Utoomma) yang keluarganya terkenal mewarisi sosok Dewa Ba Yan secara turun temurun.

Sesuai dengan judulnya, Nim merupakan dukun yang menjadi medium untuk salah satu sosok dewa yang terkenal disana yaitu Dewa Ba Yan. Namun, Nim sebenarnya bukanlah orang yang seharusnya menjadi penerus medium Dewa Ba Yan, melainkan Noi (Sirani Yankittikan) yaitu saudara kandungnya. Tetapi, Noi menolak sehingga Nim lah yang terpaksa harus menjadi medium Dewa Ba Yan.

Film ini dibuka dengan kematian suami Noi. pada saat upacara itulah, mereka menemukan adanya kejanggalan pada tingkah laku Mink yang merupakan anak dari Noi. 

Tim dokumenter mulai mengikuti keseharian Mink yang semakin lama semakin memunculkan tanda-tanda bahwa ialah yang akan menjadi medium generasi selanjutnya karena tingkah lakunya mirip dengan tingkah laku Nim sebelum terpilih menjadi medium Dewa Ba Yan.

Pada paruh pertama film, penonton akan dibawa larut ke dalam keseharian keluarga Nim dan juga diperkenalkan dengan upacara adat yang ada. Pada paruh ini, mungkin bagi sebagian orang yang asing dengan film berbentuk dokumenter, paruh ini dapat membuat mereka bosan. 

Baca juga: The Grotesque Mansion, Apartemen Lusuh Penuh Misteri

Peralihan antara paruh pertama film dan paruh kedua film sangatlah halus dengan menyuguhkan ketakutan yang semakin membengkak hingga akhir film. Tentunya hal ini membuat penonton semakin larut dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada Mink.

The Medium bukanlah film horor yang menyajikan jumpscare yang membabi buta. Melainkan, menawarkan sebuah ketakutan yang dipenuhi dengan rasa aneh, tidak nyaman, disturbing, namun tetap membuat penonton terus menantikan scene selanjutnya sehingga mampu memberikan ketakutan yang berbekas hingga film berakhir.

The Medium dirasa mampu memberikan angin segar di tengah film horor yang banyak beredar saat ini.

Tasya
Tasya
Part time college student and full time fangirl who loves to write

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Sunmori dan Bisnis Dibaliknya

1
Jakarta, OOTB – Sunday Morning Ride atau biasa disebut Sunmori adalah hal yang sangat digandrungi banyak milenial, siapa yang tidak kenal dengan istilah ini?...