Saturday, September 18, 2021
HomeReviewReview Film Homunculus : Trauma Yang Menggerogoti Jiwa

Review Film Homunculus : Trauma Yang Menggerogoti Jiwa

-

Jakarta, OOTB – Bagaimana jika tubuhmu dijadikan obyek penelitian ilegal oleh seorang dokter dengan tujuan untuk tindakan pembedahan definitif? Lalu, apa yang akan kamu perbuat jika dirimu memiliki kemampuan berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki sisi gelap dalam pikiran bawah sadar mereka?

review film homunculus

Mungkin, pertanyaan itulah yang terpikirkan oleh Susumu Nakoshi (Go Ayano), seorang pria tunawisma berusia 34 tahun yang mengidap amnesia dan selalu tidur di dalam mobil tuanya. Dengan bayaran 700.000 yen, Nakoshi terjebak dalam penelitian illegal yang mengharuskan tengkorak kepalanya dilubangi guna mengaktifkan kemampuan supranatural. Tindakan eksperimental yang dialaminya dalam kurun waktu 7 hari, mengubah hidup Nakoshi selamanya.

Mahakarya Hideo Yamamoto “Diculik” Netflix

review film homunculus

Sejak kemunculan serialisasinya di Majalah Big Comic Spirits pada 17 Maret 2003, “Homunculus” menarik banyak penggemar di ranah manga bergenre seinen. Adalah genre manga yang kerap memuat konten dewasa dengan intervensi realita hidup. Penjualan manga Homunculus meledak hingga empat juta eksemplar, sejak volume pertama diterbitkan Shogakukan pada 30 Juli 2003.

Keorisinilan konten Homunculus pada akhirnya dilirik Netflix Original Movie, yang dibawahi Takashi Shimizu sebagai sutradara dan Yamamoto pun ikut ambil bagian dalam penulisan naskahnya. Tayang secara nasional di Jepang pada 2 April lalu dan didistribusikan secara global pada 22 April 2021.

Memang sudah kesekian kalinya, Netflix mengadaptasikan karya manga terbaik ke dalam live-action movie. Namun bagaimana pendapatmu? Apakah “Death Note (2017)” yang dibintangi Nat Wolff telah menemukan titik terang dalam kesuksesannya di ranah live-action movie? Lalu pikirkan juga tentang “Bleach (2018)”! Taruhlah “Alice in Borderland (2020)” terbilang produk yang cukup sukses karena memang diramu secara detail ke dalam serial. Lalu bagaimana dengan “Homunculus”?

Baca juga: Review Film Only Yesterday : Luka yang Belum Sembuh

Sinopsis

review film homunculus

Trepanasi merupakan suatu tindakan medis membuka atau melubangi tulang kepala yang dipercaya oleh Manabu Ito (Ryo Narita) mampu meningkatkan sirkulasi darah dan tekanan di dalam tengkorak. Selain itu, orang yang menjalani tindakan trepanasi memiliki peluang untuk mengaktifkan indra keenam, termasuk kemampuan untuk menggunakan indra tambahan tersebut. Mulai dari intuisi, melihat ataupun merasakan keberadaan hantu atau obyek asing, serta hal lainnya. Namun, ini merupakan fiksi spekulatif berdasarkan konsep trepanasi di film ini.

Susumu Nakhosi, hidup di antara dua dunia. Ia hidup luntang-lantung dan tidur sendiri di dalam sebuah mobil tua. Berparkir di seberang komplek perkantoran dan restoran mewah, yang merupakan ruang aktifitas orang berada. Dan juga bersebelahan dengan tenda-tenda tunawisma di taman Shinjuku. Ada saat dimana Nakoshi bisa berkumpul dan makan malam bersama para gelandangan tersebut. Pun, ia bisa saja ditemukan sedang sarapan di restoran mewah dengan kondisi pakaian yang lusuh serta bau.

Suatu hari, Nakoshi didatangi Ito, mahasiswa kedokteran yang mencari relawan untuk proyek eksperimen ilegalnya. Tapi, ia menolak tawaran Ito, yang berujung mobilnya diderek karena telah lama terparkir secara liar di kawasan tersebut. Merupakan strategi Ito agar Nakoshi menerima tawarannya, karena ia pasti tidak akan sanggup membayar dendanya. Hingga pada akhirnya, dengan imbalan 700.000 yen, ia bersedia melakukan trepanasi dan menjalani penelitian selama 7 hari bersama Ito.

Operasi trepanasi tersebut dilakukan di lab pribadi Ito, secara ia merupakan anak dari direktur salah satu rumah sakit besar di Jepang. Dan selama 7 hari Ito melakukan berbagai tes ESP terhadapnya. Nakoshi mengungkapkan bahwa ketika ia menutup mata kanannya dan melihat dengan mata kirinya, ia mampu melihat dan merasakan wujud lain dari orang-orang di sekitarnya.

Pada awal film, Nakoshi digambarkan sebagai karakter yang kosong, tanpa perasaan dan seperti depresi. Karena memang latar kehidupan Nakoshi tidak banyak dipaparkan di awal film. Namun paska trepanasi, ia mulai menaruh empati dan menyelami rahasia dibalik wujud lain dari orang-orang yang ia temui. Ito menjelaskan bahwa wujud tersebut adalah distorsi atau “Homunculus”.

Baca juga: 4 Film Netflix dengan Tema Lingkungan yang Bisa Mengajak Kamu untuk Mencintai Alam

Berawal dari pertemuannya dengan Kumicho (Seiyo Uchino) seorang pemimpin Yakuza yang memiliki wujud lain berbentuk robot besar berwajah Kumicho sewaktu kecil. Nakoshi pun mengungkap inner child dibalik homunculus milik Kumicho tersebut. Kemudian, ia juga memaparkan rahasia dibalik homunculus monster pasir milik remaja SMA yang diperankan oleh Anna Ishii.

Hingga pada akhirnya, secara tidak sengaja Nakoshi bertemu dengan wanita misterius (Yukino Kishii) yang ternyata wanita tersebut merupakan bagian dari masa lalu Nakoshi sendiri.

Plot Kentang

review film homunculus

Tidak adil rasanya jika menyalahi konsep cerita film ini prematur, karena pada dasarnya live-action movie merupakan adaptasi dari keseluruhan kisah di dalam manga. Maka keputusan untuk memotong plot mungkin saja bisa dilakukan jika berurusan dengan durasi film. Sehingga cerita di film ini terasa dikebut dan kurang sempurna diakhir.

Film berdurasi 1 jam 56 menit ini, terkesan kurang memiliki “energi” di bagian tengah hingga akhir cerita. Di awal cerita penonton akan diajak memahami dan percaya dengan teori fiksi yang hendak dibangun dalam balutan nuansa muram yang sedikit gore. Namun, ketika premis mengenai homunculus sudah memenuhi pikiran penonton, justru konflik yang dipaparkan setelahnya tidak begitu memuaskan ekspektasi.

Di samping itu semua, akting dari kedua karakter Go Ayano dan Ryo Narita terbilang sangat berkualitas dan patut diapresiasi. Bagaimana mereka berkolaborasi menghidupkan dua karakter ikonik dan eksentrik khas manga “Homunculus” merupakan salah satu hal yang membuat kita bertahan lama menonton film ini. Serta selain kedua karakter tersebut, setiap aktor dan aktris lainnya pun dengan konsisten memberikan dampak emosional yang meyakinkan.

Kudos Go Ayano!

Jeratan Inner Child

Inner chid di film ini divisualisasikan melalui pendekatan metafora berbentuk wujud aneh. Teknologi CGI yang diandalkan untuk menghidupi wujud aneh tersebut dieksekusi dengan cukup matang, karena memang kemunculannya difungsikan sebagai highlight serta menjadi sangat esensial ketika Nakoshi berkomunikasi dengan wujud homunculus tersebut.

Namun, nuansa gore yang ingin diciptakan di film ini masih saja terasa kurang. Sebagai contoh dalam satu adegan, Nakoshi mengebor dahi dengan tangannya sendiri, semestinya mengeluarkan darah yang sangat banyak ini tidak terjadi. Bahkan, darah yang keluar dari dahinya “sangat tampak” seperti darah buatan.

Baca juga: 3 Film Original Netflix Yang Paling Banyak Ditonton

Film dengan genre psychological thriller ini memiliki teori fiksi ilmiah serta supranatural yang original dan kompleks, dimana setiap karakter memiliki inner child yang bersembunyi dalam ingatan mereka yang paling dalam. Maka, berbekal kemampuan supranatural tersebut, Nakoshi secara tidak langsung menyembuhkan trauma-trauma atau penyesalan orang lain yang terjebak dalam diri mereka.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, cara terbaik untuk menikmati film ini tanpa merasa bosan dan hilang fokus adalah dengan menontonnya sebelum tidur dan tidak perlu menaruh ekspektasi berlebih. Apalagi membandingkannya dengan kisah asli dalam manga. Karena memang jika ditelisik lebih dalam, justru homunculus merepresentasikan manusia agar lebih memahami dirinya sendiri.

Robiyana
Robiyana
Robiyana merupakan pekerja serabut multidisiplin yang berspesialisasi di branding dan desain grafis. Ia suka menguping dan memahami gagasan guna diterjemahkan ke dalam media kreatif. Percayalah, ia tidak jauh berbeda dengan kalian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Trend Rice Box Diprediksi Akan Semakin Marak di 2020 Sudah Pernah...

0
Jakarta, OOTB - Buat pengusaha kuliner, hadirnya sistem antar dengan pemesanan online memberikan peluang besar untuk menjangkau pelanggan. Banyak orang yang rela meninggalkan pekerjaan...