Wednesday, December 2, 2020
Home Lifestyle Cerita Asal Mula Pohon Natal

Cerita Asal Mula Pohon Natal

Oleh: Toni Maliki

-

Jakarta, OOTB – Seiring dengan dirayakannya hari Natal pasti banyak ornament yang dipasang, yang paling dikenal oleh semua orang adalah pohon Natal. Bagi anak-anak, pohon Natal tentunya menjadi ikon special yang sulit untuk dilewatkan.

Ada hadiah yang biasanya disematkan di pohon Natal yang dibungkus kaos kaki ataupun sepatu. Tapi diluar dari semua itu, pernah terpikir ga kenapa sih harus pohon natal itu pohonnya pohon cemara?

Konon, ada seorang rohaniwan Inggris bernama Santo Bonifacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Prancis. Saat tengah dalam perjalanan, St Bonifacius melihat sekelompok orang yang hendak mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak.

Merasa kasihan melihat anak tersebut, St Bonifacius langsung merobohkan pohon oak yang runtuh itu lalu kemudian tumbuh sebuah pohon cemara.

Tadi cerita versi pertama, yang berikutnya menurut Hngnews (sabtu, 20/12/2014) mengisahkan saat tokoh reformasi gereja bernama Martin Luther tengah berjalan pada suatau malam di hutan Jerman.

Dia terkesan melihat keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan. Kemudian, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang Dia lihat di hutan, dia memasang lilin-lilin pada setiap cabang pohon cemara tersebut. Sejak itu, pohon cemara tenar sebagai hiasan di Jerman.

Mulai Abad 16, sekitar tahun 1510, penduduk Jerman menyebar ke luar negeri hingga Amerika. Sejak itulah, tradisi pemasangan pohon Natal di sejumlah negara dimulai. Pohon cemara ini diyakini melambangkan ‘hidup kekal’ berdasarkan sifat pohon tersebut yang pada umumnya selalu berdiri tegak dan hijau saat musim salju dibanding pohon lainnya.

Nah mungkin ini bisa menjadi salah satu kegiatan Anda Bersama keluarga agar bisa lebih hangat lagi dalam menyambut hari Natal. Kalau pohon Natal terlalu besar untuk Anda, berikut adalah refrensi ornamen Natal yang mungkin bisa cocok dengan Anda.

1. Gantungan Christmas Wreath di Pintu Christmas Wreath atau krans Natal dalam Bahasa Indonesia adalah hiasan dinding dan pintu khas Natal yang kebanyakan berbentuk lingkaran. Agar lebih menarik, coba gantung beberapa Christmas wreath dengan Panjang yang berbeda-beda di dinding ruang makan, depan jendela rumah ataupun pintu.

2. Semarakkan Ruang Keluarga dengan Lampu Biasanya ruang keluarga akan jadi pusat aktivitas selama perayaan Natal. Untuk itu, kamu bisa berkreasi dengan banyak hal untuk membuat meja, lemari, dan dinding jadi lebih ramai. Beberapa contohnya adalah lilitan lampu hias, pita Panjang, ataupun rangkaian tumbuhan plastik.

3. Pohon Natal Ga Biasa Ga punya waktu untuk cari pohon Natal? Atau ruangan ga cukup besar? Coba deh berkreasi untuk bikin pohon Natal sendiri. Misalnya bisa dari buku, botol plastic bekas, lampu gantung atau lainnya.

4. Permanis Ruangan dengan Permen dan Cookies Natal Permen Manis berbentuk tongkat dan cookies berbentuk ornament Natal juga bisa jadi dekorasi Natal yang unik.

5. Rangkaian Bunga Berwarna Terang Jangan lupa beri sentuhan ornament Natal pada ruangan-ruangan kamu. Sederhana saja seperti menambahkan untaian bunga berwarna terang agar mempercantik gereja. Kamu bisa menggunakan bunga segar maupun bunga imitasi.

Selain menghias pohon Natal jangan lupa untuk menyambut libur panjang ya, karena sayang jika liburan kali ini dilewatkan dengan bermalas-malasan. Mau tahu rekomendasi OOTB untuk liburan yang ramah keluarga? langsung klik link disini ya.

Toni Maliki
Toni Malikihttps://ootb.id
“I’m drawing with light, cooking with passion, mixing with motion, & I’m not a good lover” – Toni Maliki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Tren Kopi Senja di Kalangan Indie

0
Jakarta, OOTB – Maraknya kopi Indonesia masuk ke segala market akhirnya menyentuh pasar Indie. Kopi sudah menjadi status sosial layaknya di kalangan...