Friday, February 3, 2023
HomeReviewReview Film The Batman By Cisca Becker

Review Film The Batman By Cisca Becker

-

The Batman > The Dark Knight

Jakarta, OOTB – Dari sebelum The Batman rilis, semua orang sudah heboh memperkirakan seperti apa film besutan Matt Reeves ini, dan apakah bisa menyamai kepopuleran dan keberhasilan The Dark Knight, film dari Christopher Nolan yang ditahbiskan fans dan kritikus film sebagai film Batman terbaik.

Saya kebetulan sudah menonton The Batman lebih dahulu dari momen rilis resminya di bioskop dalam sebuah acara special screening. Jadi semenjak saya selesai menonton hingga sekarang saya punya cukup waktu untuk meresapi dan merenungkannya.

Saya juga membaca dan menonton review orang-orang lain, baik yang menyukai maupun yang tidak. Alasan saya memberikan waktu untuk diri sendiri sebelum mengeluarkan ulasan saya, karena saya ingin tahu apakah perasaan saya berubah saat pertama kali melangkah keluar teater IMAX tempat saya menonton The Batman pertama kali, sampai seminggu sesudahnya, saat saya menulis review ini. Jawabannya, tidak.

the batman

Perasaan saya tetap sama. Saya tetap tidak bisa berhenti memikirkan berbagai aspek, dialog dan adegan dari film berdurasi 3 jam ini, karena saya SANGAT menikmati The Batman,  dan berpendapat film ini sama sekali tidak kalah dengan TDK, bahkan… lebih baik.

Hear me out. Here are my reasons. Beware, minor spoilers.

  1. Real Gotham

Penggambaran kota Gotham yang kelam dan kotor, digambarkan dengan sangat baik di film The Batman, jauh lebih menarik dan setia pada visualisasi komik dibanding di trilogi karya Nolan sebelumnya. 

Baik dari sisi arsitektur yang menyelipkan nuansa Gothic, termasuk untuk kediaman Bruce Wayne (no more boring modern minimalist furnitures!), sampai suasana kehidupan underground yang dipenuhi penjahat dan politisi korup. 

The color grading, the cinematography, all on point. Tapi, winner shotnya adalah saat The Batman dan Catwoman bertemu di atap gedung tinggi dengan pemandangan kota Gotham di kala senja. Grim, but beautiful chef’s kiss

  1. Genre Film Noir

Salah satu alasan kenapa saya excited menunggu film The Batman adalah karena Matt Reeves menyebutkan dari awal bahwa dia akan membuat film ini dalam genre film noir, dengan style cerita kriminal dan detective story

Hasilnya : film Batman yang sangat berbeda dengan pendahulunya, dan akhirnya fans hardcore Batman mendapatkan sosok The World’s Greatest Detective yang selama ini menjadi pesona Batman di komik. 

Storytelling ala film noir juga pas sekali untuk menggambarkan suasana Gotham yang dark dan juga pergumulan batin Batman sendiri. Referensi Reeves untuk menciptakan dunia ini adalah film-film crime story 70an seperti Chinatown, French Connection, dan Taxi Driver. Real grounded stories about real human beings who has to deal with a corrupted world.

  1. Zoë Kravits

Zoë Kravits, berhasil menampilkan karakter Catwoman yang memiliki banyak layer dan bahkan bisa menumbuhkan simpati penonton. Latar belakangnya, perjuangan hidupnya, dan pengalamannya memberikan balance yang pas untuk Bruce Wayne yang lahir dengan sendok perak di mulutnya. 

Tapi walaupun datang dari dunia yang berbeda, ketertarikan antara mereka berdua sangat terlihat, dan sangat terasa. Chemistry Zoë dengan Rob Pattinson membuat semua adegan mereka berdua begitu menggugah. Jauh lebih sexy daripada on-screen duetnya Christian Bale dan Anne Hathaway. Perlu diingat bahwa disini Selina Kyle belum sepenuhnya menjadi Catwoman, jadi sangat menarik untuk melihat perkembangan karakternya dan menyaksikan origin storynya.

  1. A Genuinely Frightening Villain

Dulu karakter The Riddler pernah muncul di layar lebar sebagai musuh Batman, dibawakan dengan cara yang sangat cartoonish oleh Jim Carrey. No more of that over the top acting and bright green leotards, di film The Batman, sosok villain The Riddler hadir sebagai seorang serial killer yang menakutkan, meneror seluruh kota dengan membunuh orang-orang penting lalu meninggalkan pesan pesan misterius ala real life serial killer The Zodiac. 

Baca juga: Review: All Of Us Are Dead, Angin Segar “Per zombiean” Korea

Kita pun akan ikut tegang mengikuti usaha Batman dan Gordon memecahkan misteri dan menangkap si pembunuh berantai psikopat yang mengejek mereka dengan berbagai teka-teki dan tebak-tebakkan. Akting Paul Dano juga sukses menambah kesan betapa creepy dan disturbed si The Riddler ini.

  1. Bromance Gordon – Batman

Salah satu hal sangat membedakan The Batman dengan film-film pendahulunya, adalah relationship antara Jim Gordon dan Batman. Jeffrey Wright membawakan karakter Gordon yang masih berstatus police detective dengan sangat baik, bagaimana dirinya seorang polisi lurus yang tidak bisa percaya pada siapapun karena begitu banyak oknum yang koruptif, akhirnya hanya bisa mempercayai seorang vigilante bertopeng. 

Begitu pun The Batman, hanya bisa mengandalkan Gordon dalam upaya memecahkan misteri dari The Riddler. Dinamika hubungan mereka menarik, karena tidak ada yang merasa lebih penting atau lebih berkuasa. True partners in solving a crime

Buddy cop relationship diantara mereka menghasilkan kebanyakan line-line terlucu di film ini, entah disengaja atau tidak. Patut di-note, hanya Gordon di The Batman yang berani memarahi superhero bertopeng ini. It’s a powerful scene.

  1. Best Car Chase Scene

Val Kilmer pernah berkata pada Nicole Kidman di film Batman Forever, bahwa alasan orang-orang suka pada Batman adalah karena Batmobile. Well if that is true, sorry to disappoint you, tidak ada penampakan Batmobile di film The Batman, melainkan hanya sebuah muscle car yang dimodif. Sangar sih, tapi jauh dari kendaraan super canggih milik Batman yang biasa kita lihat. 

Namun jangan kecewa dulu, karena justru di film ini kita akan mendapatkan car chase scene paling keren sepanjang sejarah film Batman, antara The Batman dan Penguin. Teknik pengambilan gambar ala Matt Reeves membuat kita merasakan rasa panik Penguin yang dikejar Batman, dan merasakan determinasi dan fokus Batman yang pantang menyerah dalam mengejar lawannya. Truly a breathtaking set-piece.

  1. Robert Pattinson

Waktu nama Robert Pattinson diumumkan sebagai pemeran Batman, segenap jagat raya pop culture enthusiasts langsung mempertanyakan, kenapa Rob? Matt Reeves menjawab bahwa keputusan mutlak untuk memilih pria Inggris ini adalah saat dia melihat akting Rob di film “Good Time”, dimana dia berperan sebagai penjahat yang desperate

Baca juga: The Grotesque Mansion, Apartemen Lusuh Penuh Misteri

Cara Rob menampilkan kemarahan yang mengendap dalam, dan kemarahan ini membuatnya terlihat sangat berbahaya, menurut Reeves sangat pas dengan karakter Batman yang ditulisnya.

Di film The Batman, dualitas antara Bruce Wayne dan Batman sangat berbeda dengan film-film sebelumnya. Disini, Rob memperlihatkan Bruce Wayne yang sangat committed 100% menjalani perannya sebagai sosok bertopeng pembasmi kejahatan. Hal lain tidak menarik baginya. Tidak ada suasana party, tidak ada sosok Bruce the playboy billionaire, tidak ada sosok taipan muda penguasa dunia bisnis. 

Bisa dikatakan, disini Bruce lebih nyaman dan lebih merasa jadi diri sendiri justru saat dia mengenakan suit Batman. Saat “menjadi” Bruce Wayne, disitulah dia merasa harus berpura pura dan “mengenakan kostum”. Pendalaman karakter yang sangat menarik. Sebagai gambaran betapa sosok Batman/Bruce dibuat sebagai “outsider”, inspirasi Matt Reeves dalam menulis karakter untuk The Batman adalah film “Last Days”, film biografi karya Gus Van Sant tentang mendiang Kurt Cobain.

Karena itu, Rob menampilkan sosok Bruce yang angsty, dan saat bertemu dengan penjahat Gotham, sangat menakutkan. By the way, akibat banyak mendengarkan lagu Nirvana sebagai inspirasi, Matt Reeves memasukkan salah satu lagu mereka sebagai soundtrack, dan ini juga menjadi alasan kenapa The Batman > The Dark Knight,

  1. Penggunaan terbaik lagu Nirvana dalam sebuah film.

Demikian penjelasan subyektif  saya, kenapa The Batman bukan hanya salah satu film genre superhero terbaik, namun juga masterpiece sinema modern. Fight me! (dibaca dengan nada suara Batman).

spot_img
Cisca Becker
Cisca Becker
Disibukkan sebagai broadcaster, presenter, dan penulis, Cisca justru merasa dirinya harus benar-benar pintar mengatur waktu demi menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read

Daftar Harga Mobil Daihatsu Sigra Terbaru 2022

0
Jakarta, OOTB - Mobil Daihatsu Sigra merupakan mobil dengan harga terjangkau dengan kapasitas 7 penumpang yang bisa menjadi salah satu pilihan keluarga Indonesia. Apabila...