Wednesday, February 1, 2023
HomeNewsHari Anti Narkotika Internasional, Kenali Beberapa Jenis Golongan Narkotika

Hari Anti Narkotika Internasional, Kenali Beberapa Jenis Golongan Narkotika

-

Jakarta, OOTB – Tanggal 26 Juni ditetapkan sebagai hari anti narkotika internasional atau HANI oleh oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) pada 26 Juni 1988. Hari anti narkotika nasional diperingati untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terkait narkotika dan obat-obatan terlarang. Hal ini guna memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menghindari narkoba, serta bersama-sama melawan dan memberantas penjualan maupun penyebaran narkoba.

Hari Anti Narkotika Internasional atau World Drug Day jatuh pada tanggal 26 juni dikarenakan memperingati pembongkaran perdagangan opium Lin Zexu yang terjadi di Humen, Guangdong, Cina. Atas kegigihannya dalam memerangi perdagangan obat-obatan terlarang tersebut, ia dianggap menjadi pahlawan dalam memberantas penyalahgunaan narkotika.

Penggunaan narkoba pada mulanya dimanfaatkan sebagai penghilang rasa nyeri serta memberikan ketenangan. Namun, pada nyatanya banyak terjadi penyalahgunaan zat dan obat-obatan tersebut sehingga menimbulkan dampak buruk pada kesehatan.  Menurut Pasal 6 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, narkoba memiliki beberapa golongan berdasarkan risiko kertegantungannya, yaitu:

1. Narkotika Golongan Inarkotika golongan I

Pada golongan I, narkotika hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. Narkotika golongan I merupakan jenis narkotika paling berbahaya karena dapat menimbulkan potensi efek ketergantungan yang sangat tinggi.

Contoh narkotika golongan I:

Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ekstasi, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya.

Baca juga: HUT Bhayangkara ke-75, Ini 12 Seragam Polisi Indonesia

2. Narkotika Golongan IImorfin narkotika golongan II

Jenis narkotika golongan II ini dapat digunakan sebagai bahan pengembangan ilmu pengatahuan serta terapi. Meskipun memiliki khasiat, penggunaan narkotika golongan II merupakan pilihan terakhir dalam pengobatan. Selain itu, penggunaan narkotika golongan II harus tetap berdasarkan resep maupun anjuran dokter karena memiliki potensi menimbulkan efek ketergantungan yang cukup tinggi.

Contoh narkotika golongan II:

Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon, dan kurang lebih 81 macam jenis lainnya.

3. Narkotika Golongan IIIbuprenorphin narkotika golongan III

Berbeda dengan dua golongan sebelumnya, narkotika golongan III banyak digunakan secara umum sebagai bahan pengobatan maupun terapi. Selain itu, narkotika golongan ini memiliki potensi menimbulkan efek ketergantungan yang sangat ringan

Contoh narkotika golongan III :

Kodein, Buprenorfin, Etilmorfina, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan ada tiga belas macam termasuk beberapa campuran lainnya.

Meskipun ada beberapa jenis narkotika yang dapat digunakan sebagai bahan pengobatan serta terapi, namun tetap saja penggunaan narkotika harus dibawah pengawasan dokter agar tidak disalahgunakan penggunaannya. Penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan ketergantungan, dehidrasi, halusinasi, hingga kematian. Jadi, jangan coba-coba untuk mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang secara bebas tanpa pengawasan ketat dari dokter ya ultimate people!

spot_img
Tasya
Tasya
Part time college student and full time fangirl who loves to write

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Must Read